Saturday, 14 May 2011

Sebutir Cahaya

Permai Senja
Melabuhkan sauh
hari yang cerah
berganti gelap
cahaya yang terang
kini malap
marak pelita menberi sinar
penerang semula
sudut yang malap 
biar sekadar seketika cuma
demikianlah hari-hari berlalu.

kaku, empunya
pohon diri,bagai murba
tanpa penglihatan, tapi bisa
mendengar,menghidu berbicara
nadi getar berdenyut kencang
meraba, menongkat
mencari jalan, mencari damai
andai bisa diri melihat
keindahan pekat relung malam
dengan bintang memagar bulan
kelerai secebis sisa 
melewati perlabuhan hidup
kerna diriku tak mungkin
bisa melihat kembali
sebutir cahaya
selamanya. 

Buck Lee
Kuala Lumpur
31 OKT 2010.

No comments:

Post a Comment