Saturday, 14 May 2011

Hujan Peluru Dibumi Palestin

Mayat rebah bergelimpangan, berselirat menyembah bumi
Titisan darah panas hanyir terus membanjiri muka bumi
Tangisan anak-anak kecil, rakyat Palestin beterusan kedengaran
Memecah kesunyian dalam kesedihan yang teramat panjang
Atmosfera kebiruan dirobek dengan bedilan senjata pemusnah
Lantas bumi Palestin terus dihujani dengan dentuman kuat
Bom dan peluru, gara-gara manusia durjana bernama Zionis

Tiada lagi keriangan dalam kehidupan kerna
Hidup sentiasa dibayangi igauan mimpi ngeri
Bumi yang dulunya indah telah musnah
Diperkosa dengan jentera berat, senjata peperangan
Digerakkan dengan pemikiran kolot Zionis, untuk menghukum
Membunuh rakyat Palestin yang tidak berdosa.

Zionis lantang bersuara demi maruah, konon menentang musuh
Tetapi dihati punya niat yang tersirat beribu idea kotor
Tiada kata indah dapat diucapkan sang ibu Palestin
Atas ratapan detik hitam yang hinggap, melihat pemergian
Anak-anak kecil , rakyat Palestin digugurkan dengan kejam
Bingit tangisan sudah pasti tidak dapat mengembalikan
Nostalgia lama yang diakui akan terkubur buat selamanya.

Tanpa kelengkapan peperangan yang sempurna
Anak-anak muda Palestin tetap menggempur
Menanam api kebencian yang membuak terhadap Zionis
Demi mencari kedamaian dan keamanan sejagat
Menghentikan segala kesengsaraan, biarpun tidak sepenuhnya
Mereka tidak sanggup lagi menahan derita yang dirasai
Dalam meratapi detik hitam kian sambung menyambung
Bagi anak-anak muda ini, tiada janji yang mampu dikotakan
Namun semangat utuh mereka harus dipuji, akan berjuang
Dengan kudrat, empat kerat, dan disulami keberanian
Hingga ke titisan darah terakhir.

Saban hari kita mendengar rakyat Palestin bersujud, manadah
Tangan sambil memanjangkan doa dalam genangan airmata
Agar kekejaman zionis dilembutkan hatinya dengan harapan
Kedamaian dan keamanan terukir kembali seperti dulu
Memagarkan pagar cinta dengan persaudaraan, kemanusiaan
Agar subur suci kembali bumi Palestin.

Buck Lee P.S
Desa Tasik, Sg besi, KL
(28 Julai 2010 )

No comments:

Post a Comment